CARA KERJA SISTEM PENDETEKSI DAN PENAHANAN SERANGAN KE
JARINGAN
Disusun Oleh :
1.
Agus Nuri Fadli
2.
Agung Wibowo
KELAS :
XII-TKJ-2
SMK ISLAM 1 BLITAR
Jl. Musi No. 6 Kauman Kecamatan Kepanjen Kidul Kota
Blitar
BAB 12
Cara Kerja Sistem Pendeteksi dan Penahanan Serangan ke
Jaringan
• Instrusion
Detection System
• Intrusion
Prevention System
• Managed
Authentification
• Managed
Antivirus Protection
• Content
Filterint
PEMBAHASAN
MATERI
A.
Instrusion
Detection System
IDS (Intrusion Detection System) adalah sebuah sistem
yang melakukan pengawasan terhadap traffic jaringan dan pengawasan terhadap
kegiatan-kegiatan yang mencurigakan didalam sebuah sistem jaringan. Jika
ditemukan kegiatankegiatan yang mencurigakan berhubungan dengan traffic
jaringan maka IDS akan memberikan peringatan kepada sistem atau administrator
jaringan. Dalam banyak kasus IDS juga merespon terhadap traffic yang tidak
normal/ anomali melalui aksi pemblokiran seorang user atau alamat IP (Internet
Protocol) sumber dari usaha pengaksesan jaringan.
IDS sendiri muncul dengan beberapa jenis dan
pendekatan yang berbeda yang intinya berfungsi untuk mendeteksi traffic yang
mencurigakan didalam sebuah jaringan. Beberapa jenis IDS adalah : yang berbasis
jaringan (NIDS) dan berbasis host (HIDS). Ada IDS yang bekerja dengan cara
mendeteksi berdasarkan pada pencarian ciri-ciri khusus dari percobaan yang
sering dilakukan. Cara ini hampir sama dengan cara kerja perangkat lunak
antivirus dalam mendeteksi dan melindungi sistem terhadap ancaman. Kemudian ada
juga IDS yang bekerja dengan cara mendeteksi berdasarkan pada pembandingan pola
traffic normal yang ada dan kemudian mencari ketidaknormalan traffic yang ada.
Ada IDS yang fungsinya hanya sebagai pengawas dan pemberi peringatan ketika
terjadi serangan dan ada juga IDS yang bekerja tidak hanya sebagai pengawas dan
pemberi peringatan melainkan juga dapat melakukan sebuah kegiatan yang merespon
adanya percobaan serangan terhadap sistem jaringan dan komputer.
Intrution Detection System atau IDS adalah perangkat
(atau aplikasi) yang memonitor jaringan dan / atau sistem untuk kegiatan
berbahaya atau pelanggaran kebijakan dan memberikan laporan ke administrator
atau station manajemen jaringan. Pencegahan intrusi / pemyusupkan adalah proses
melakukan deteksi intrusi dan mencoba untuk menghentikan insiden yang mungkin
terdeteksi. Intrusion Detection and Prevention System IDPS atau Sistem
pendeteksi intrusi dan pencegahanterutama difokuskan pada identifikasi
kemungkinan insiden, mencatat informasi tentang insiden tersebut, mencoba untuk
menghentikan mereka, dan melaporkan mereka ke administrator keamanan. Selain
itu, organisasi dapat menggunakan IDPS untuk keperluan lain, seperti
mengidentifikasi masalah dengan kebijakan keamanan, mendokumentasikan ancaman
yang ada, dan menghalangi orang dari melanggar kebijakan keamanan. IDPS telah
menjadi tambahan yang diperlukan untuk infrastruktur keamanan hampir setiap
organisasi.
IDPS biasanya mencatat informasi yang berkaitan dengan
peristiwa yang diamati, memberitahu administrator keamanan penting peristiwa
yang diamati, dan menghasilkan laporan. Banyak IDPS juga dapat menanggapi
ancaman yang terdeteksi dengan mencoba untuk mencegah berhasil. Mereka
menggunakan beberapa teknik respon, yang melibatkan IDPS menghentikan serangan
itu sendiri, mengubah lingkungan keamanan (misalnya, konfigurasi ulang
firewall), atau mengubah konten serangan ini. (TKJ, 2018)
·
NIDS (Network Intrusion Detection
System)
IDS
berbasis jaringan ini akan ditempatkan pada suatu titik strategis dalam
jaringan untuk melakukan pengawasan jalur lintasan traffic dan menganalisis
apakah ada percobaan penyerangan atau penyusupan ke dalam sistem jaringan.
·
HIDS (Host Intrusion Detection
System)
IDS
jenis ini akan menganalisis aktivitas sebuah host jaringan individual apakah
terdapat percobaan penyerangan atau pengusupan ke dalam jaringan dan melakukan
pengawasan terhadap paket-paket yang berasal dari dalam maupun luar hanya pada
satu alat saja dan kemudian memberikan peringatan terhadap sistem atau
administrator jaringan. (Admin, 2018)
Implementasi dan cara kerja :
a
Ada beberapa cara bagaimana IDS
bekerja. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakan pendeteksian
berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus),
yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi
cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama
seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data
signature IDS yang bersangkutan.
b
Metode selanjutnya adalah dengan
mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based IDS. Jenis ini
melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang
dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik
statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu
lintas normal yang biasa terjadi. Metode ini menawarkan kelebihan dibandingkan
signature-based IDS, yakni ia dapat mendeteksi bentuk serangan yang baru dan
belum terdapat di dalam basis data signature IDS. Kelemahannya, adalah jenis
ini sering mengeluarkan pesan false positive. Sehingga tugas administrator
menjadi lebih rumit, dengan harus memilah-milah mana yang merupakan serangan
yang sebenarnya dari banyaknya laporan false positive yang muncul.
c
Teknik lainnya yang digunakan
adalah dengan memantau berkas-berkas sistem operasi, yakni dengan cara melihat
apakah ada percobaan untuk mengubah beberapa berkas sistem operasi, utamanya
berkas log. Teknik ini seringnya diimplementasikan di dalam HIDS, selain
tentunya melakukan pemindaian terhadap log sistem untuk memantau apakah terjadi
kejadian yang tidak biasa. (Admin, Pengertian tentang IDS DAN IPS DALAM KEAMANAN JARINGAN, 2012)
B. Intrusion Prevention System
Intrusion Prevention System (IPS) adalah sebuah
aplikasi yang bekerja untuk monitoring traffic jaringan, mendeteksi aktivitas
yang mencurigakan, dan melakukan pencegahan dini terhadap intrusi atau kejadian
yang dapat membuat jaringan menjadi berjalan tidak seperti sebagaimana
mestinya. Bisa jadi karena adanya serangan dari luar, dan sebagainya.
Produk IPS sendiri dapat berupa perangkat keras
(hardware) atau perangkat lunak (software).Secara umum, ada dua jenis IPS,
yaitu Host-based Intrusion Prevention System (HIPS) dan Network-based Intrusion
Prevention System (NIPS). (rahedy, 2010)
Secara umum, ada dua jenis IPS,
yaitu:
1.
Host-based Intrusion Prevention System (HIPS)
HIPS
merupakan sebuah system pecegahan yang terdiri dari banyak layer, menggunakan
packet filtering, inspeksi status dan metode pencegahan intrusi yang bersifat
real-time untuk menjaga host berada di bawah keadaan dari efisiensi performansi
yang layak. Mekanisme kerjanya yaitu dengan mencegah kode-kode berbahaya yang
memasuki host agar tidak dieksekusi tanpa perlu untuk mengecek threat
signature.
Program agent HIPS diinstall secara langsung di sistem
yang diproteksi untuk dimonitor aktifitas sistem internalnya. HIPS di binding
dengan kernel sistem operasi dan services sistem operasi. Sehingga HIPS bisa
memantau dan menghadang system call yang dicurigai dalam rangka mencegah
terjadinya intrusi terhadap host. HIPS juga bisa memantau aliran data dan
aktivitas pada aplikasi tertentu. Sebagai contoh HIPS untuk mencegah intrusion
pada webserver misalnya. Dari sisi security mungkin solusi
2.
Network-based Intrusion Prevention System (NIPS)
Network Based IPS (NIPS) atau In-line proactive
protection dapat menahan semua trafik jaringan dan menginspeksi kelakuan dan
kode yang mencurigakan. Karena menggunakan in-line model, performansi tinggi
merupakan sebuah elemen krusial dari perangkat IPS untuk mencegah terjadinya
bottleneck pada jaringan. Oleh karena itu, NIPS biasanya didesain menggunakan
tiga komponen untuk mengakselerasi performansi bandwidth. Network-based
Intrusion Prevention System (NIPS) tidak melakukan pantauan secara khusus di
satu host saja. Tetapi melakukan pantauan dan proteksi dalam satu jaringan
secara global. NIPS menggabungkan fitur IPS dengan firewall dan kadang disebut
sebagai In-Line IDS atau Gateway Intrusion Detection System (GIDS). (etana, 2014)
Formula yang umum digunakan untuk mendefinisikan IPS
adalah: IPS = IDS + Firewall.
Penjelasan
:
Firewall merupakan sebuah system yang menerapkan
sebuah kebijakan kontrol akses yang memeriksa trafik data yang lalu lalang dan
memblok paket data yang tidak sesuai dengan kebijakan keamanan. Sebuah
Intrusion Detection System (IDS) memonitor performansi system atau jaringan,
mencari pola tingkah laku yang tidak sesuai dengan kebijakan keamanan atau
tanda-tanda serangan yang dapat dikenali, dan kemudian jika ditemukan maka IDS
akan memicu alarm. Di sini, firewall akan menolak serangan yang sudah
pasti/jelas, sementara trafik yang mencurigakan akan dibiarkan lewat. Di sisi
lain, IDS memonitor semua data di dalam jaringan, memberitahukan administrator
jaringan akan adanya serangan pada saat serangan mulai ‘hidup’ dan berada di
dalam jaringan. Dengan kata lain, baik IDS maupun firewall tidak mampu
memblokir serangan ketika intrusi benar-benar telah terjadi.
Lebih jauh lagi, IPS sebenarnya lebih dari sekedar IDS
+ firewall. IPS didesain sebagai sebuah embedded system yang membuat banyak
filter untuk mencegah bermacam-macam serangan seperti hacker, worm, virus,
Denial of Service (DoS) dan trafik berbahaya lainnya, agar jaringan enterprise
tidak menderita banyak kerugian bahkan ketika security patch terbaru belum
diterapkan. Pembangunan IPS didasarkan pada sebuah modul “in-line”: data
melewati perangkat IPS dari satu ujung dari kanal data tunggal, hanya data yang
sudah dicek dan divalidasi oleh mesin IPS yang diperbolehkan untuk lewat menuju
ujung lain dari kanal data. Pada scenario ini, paket yang mengandung
tanda-tanda serangan pada paket asalnya akan dibersihkan dari jaringan.
Penggunaan multiple filter pada IPS membuatnya secara
signifikan lebih efektif ketika menginspeksi, mengidentifikasi dan memblokir
serangan berdasarkan urutan waktu. IPS membuat filter baru ketika sebuah metode
serangan baru diidentifikasi. Mesin inspeksi paket data IPS normalnya terdiri
dari integrated circuit yang didesain untuk inspeksi data mendalam. Setiap
serangan yang mencoba mengeksploitasi kelemahan dari layer 2 sampai layer 7 OSI
akan difilter oleh mesin IPS yang mana, secara tradisional, kemampuan firewall
hanya terbatas sampai modul 3 atau 4 saja. Teknologi packet-filter dari
firewall tradisional tidak menerapkan inspeksi untuk setiap byte dari segmen
data yang bermakna tidak semua serangan dapat diidentifikasikan olehnya. Secara
kontras, IPS mampu melakukan inspeksi tersebut dan semua paket data
diklasifikasikan dan dikirim ke filter yang sesuai menurut informasi header
yang ditemukan di segmen data, seperti alamat asal, alamat tujuan, port, data
field dan sebagainya. Setiap filter bertanggung jawab untuk menganalisis
paket-paket yang berkaitan, dan yang mengandung tanda-tanda membahayakan akan
didrop dan jika dinyatakan tidak berbahaya akan dibiarkan lewat. Paket yang
belum jelas akan diinspeksi lebih lanjut. Untuk setiap tipe serangan berbeda,
IPS membutuhkan sebuah filter yang bersesuaian dengan aturan filtering yang
sudah ditentukan sebelumnya. Aturan-aturan ini mempunyai definisi luas untuk
tujuan akurasi, atau memastikan bahwa sebisa mungkin jangkauan aktifitas yang
luas dapat terenkapsulasi di dalam sebuah definisi. Ketika mengklasifikasikan
sebuah aliran data, mesin filter akan mengacu pada informasi segmen paket,
menganalisa konteks dari field tertentu dengan tujuan untuk mengimprovisasi
akurasi dari proses filtering. (Binsar, 2017)
C. Managed Authentification
Perangkat
yang mampu memonitor otentikasi yang memastikan identitas pemakai diperbolehkan
untuk mengakses system atau aplikasi yang akan digunakan. (masum, 2016)
D. Managed Antivirus Protection
Perusahaan yang memilih untuk mengintegrasikan solusi
antivirus yang dikelola umumnya
melihat
lima manfaat utama.
1.
Semua sistem akan memiliki tingkat keamanan yang sama - Dengan layanan yang dikelola,
mitra TI Anda akan memastikan untuk menginstal perangkat lunak pada semua sistem
Anda. Ini berarti bahwa harus ada program yang diinstal pada system Anda, dan
bahwa antivirus akan diperbarui untuk memastikan bahwa system terlindung dari
ancaman keamanan baru yang datang.
2.
Lebih mudah untuk mengelola - Mengelola solusi antivirus Anda dapat menjadi
tugas yang sulit, terutama di perusahaan besar di mana solusi yang berbeda
mungkin perlu digunakan. Dengan bekerja
sama dengan mitra TI, solusi antivirus Anda dikelola oleh pakar teknologi. Ini
adalah solusi hebat bagi pemilik bisnis yang tidak terlalu akrab dengan
teknologi, atau departemen TI yang terlalu banyak bekerja.
3.
Solusinya bisa murah - Sebagian besar solusi antivirus yang dikelola ditawarkan
sebagai paket bulanan, di mana perusahaan membayar per pengguna. Untuk beberapa
perusahaan, solusi ini lebih terjangkau per pengguna daripada solusi non-dikelola.
Ini terutama bena jika Anda memiliki banyak pengguna dan perlu membeli beberapa
lisensi.
4.
Manajemen berkelanjutan - Dengan solusi yang tidak dikelola, banyak pengguna mematikan
perlindungan antivirus karena dapat memperlambat komputer mereka atau karena
mereka percaya kebiasaan penggunaan mereka tidak mengorbankan keamanan. Solusi
antivirus yang dikelola biasanya tidak dapat dicopot atau dimatikan, artinya
sistem Anda terus dilindungi.
5.
Sistem Anda benar-benar dilindungi - Terlepas dari seberapa aman sistem Anda
dan langkah-langkah yang Anda ambil untuk memastikan bahwa malware tidak
berhasil, kemungkinan Anda pada akhirnya akan terinfeksi. Ketika Anda, mungkin
sulit untuk benar-benar menghapus virus. Mitra TI dilatih tentang cara
melakukan ini dengan cepat dan efisien dan biasanya dapat menghapus virus
sepenuhnya, memastikan bahwa sistem Anda benar-benar aman (Editor, 2014)
E. Content Filterint
Penyaringan konten perangkat lunak serta akses
terhadap website yang aman oleh pengguna merupakan penggambaran perangkat lunak
yang dirancang untuk membatasi atau mengontrol isi dari website yang diakses
oleh pengguna, dan juga ketika membatasi bahan yang disampaikan melalui
internet via web, e-mail, atau cara lain.
Kendali
konten perangkat lunak nantinya akan menentukan konten apa saja yang tersedia
maupun konten-konten yang tidak boleh diakses atau diblokir. Pembatasan
tersebut dapat diterapkan di berbagai tingkatan: perorangan, kelompok, sekolah
(pendidikan), organisasi, maupun pada penyedia jasa layanan internet (Internet
Service Provider). (masum, 2016)
DAFTAR PUSAKA
Admin. (2012, Mei Senin). Pengertian tentang IDS
DAN IPS DALAM KEAMANAN JARINGAN. Retrieved from Goresan Ringan:
https://sived.wordpress.com/2012/05/12/mengenal-ids-dan-ips-dalam-keamanan-jaringan/
Admin. (2018, Februari Senin). PENGERTIAN IDS
SECURITY, JENIS, DAN CARA KERJANYA. Retrieved from IMMERSA LAB: http://www.immersa-lab.com/pengertian-ids-jenis-dan-cara-kerjanya.htm
Binsar, D. (2017, Juni Senin). Apa itu IDS dan
IPS dalam keamanan jaringan. Retrieved from Lembaga Sandi Negara:
http://top-bing.blogspot.com/2010/06/apa-itu-ids-dan-ips-dalam-keamanan_07.html
Editor. (2014, Januari Senin). Editor Manged
Antivirus. Retrieved from Techadvisory:
https://www.google.co.id/search?safe=strict&ei=poyMWvGKcfTvgSz_JCwAg&q=Managed+Antivirus+Protection&oq=Managed+Antivirus+Protection&gs_l
etana. (2014, Maret Senin). Pengertian IPS
(Intrusion Prevention System) dalam Keamanan Jaringan. Retrieved from
ETAKNOWLOGY:
http://etaknowlogy.blogspot.com/2014/03/pengertian-ips-intrusion-prevention.html
Marthdanic, S. D. (2012, Februari Senin). Jenis -
Jenis IDS (Intrusion Detection System). Retrieved from †Satrio's Blog†:
http://54tr10.blogspot.com/2012/02/jenis-jenis-ids-intrusion-detection.html
masum, m. (2016, November Senin). SISTEM
PENDETEKSI KEAMANAN JARINGAN. Retrieved from MAMBOLKU:
https://mambolku.blogspot.com/2016/11/sistem-pendeteksi-keamanan-jaringan.html
rahedy. (2010, Juni Senin). APAKAH INTRUSION
PREVENTION SYSTEM (IPS) ??? Retrieved from ngurah edy's Blog:
https://rahedy.wordpress.com/2010/06/24/apakah-itrusion-prevention-system-ips/
TKJ. (2018, Januari 2018). Cara kerja Sistem
Pendeteksi dan Penahan Serangan ke Jaringan (Instrusion Detection System
(IDS) ). Retrieved from Bahan Ajar Teknik Komputer dan Informatika
(TEKI):
http://edukasiteki.blogspot.com/2018/01/cara-kerja-sistem-pendeteksi-dan.html

