Tata Cara Pengamanan Peralatan Jaringan
Disusun Oleh :
1.
Agus Nuri Fadli
KELAS :
XII-TKJ-2
SMK ISLAM 1 BLITAR
Jl. Musi No. 6 Kauman Kecamatan Kepanjen Kidul Kota
Blitar
BAB 8
Tata Cara
Pengamanan Peralatan Jaringan
·
Pengamanan fisik
·
Pengamanan logic (Instrusion
Detection System, network topology, port scanning, packet fingerprinting)
Pembahasan Materi
A.
Pengamanan Fisik
Pengaman fisik berarti menjaga server dari berbagai
gangguan yang dapat merusak fisik atau hardware server tersebut.Fisik dalam
bagian ini diartikan sebagai situasi di mana seseorang dapat masuk ke dalam
ruangan server/jaringan dan dapat mengakses piranti tersebut secara illegal.
Apabila orang asing memiliki akses terhadap ruangan tersebut, orang tersebut
bisa saja memasang program trojan horse di komputer, melakukan booting dari
floppy disk, atau mencuri data-data penting (seperti file password) dan
membongkarnya di tempat yang lebih aman.
Untuk menjaga keamanan, taruhlah server di ruangan
yang dapat dikunci dan pastikan bahwa ruangan tersebut dikunci dengan baik.
Untuk menghindari pengintaian, gunakan screen-saver yang dapat dipassword. Atur
juga semua komputer untuk melakukan fungsi auto-logout setelah tidak aktif
dalam jangka waktu tertentu. Contoh yang dapat mengancam adalah password attack
dan malicious code. (ADMIN, 2017)
Berikut contoh tatacara pengamanan fisik yang dapat
diterapkan pada peralatan jaringan :
·
Identifikasi
seluruh peralatan jaringan yang dipergunakan, meliputi server, switch, router,
modem, dan client. Kemudian usahakan peralatan jaringan tersebut ditempatkan
pada tempat yang aman sehingga tidak mudah diakses, contoh :
o Server diletakkan pada rak / almari server yang
dikunci
o Switch, router, modem diletakkan pada tempat-tempat
yang tidak mudah dijangkau
o Pengkabelan jaringan yang tertutup dan melalui jalur
yang tidak mudah dijangkau / dilewati pengguna
·
Penggunaan CCTV
untuk memantau ruang server selama 24
jam
·
Pemakaian UPS /
Stavolt (Hendro, 2017)
Adapun beberapa bentuk
pengamanan peralatan jaringan secara fisik, diantaranya:
1.
BIOS Security
Sebenarnya seorang admin
direkomendasikan men-disable boot dari floppy. Atau bisa dilakukan dengan
membuat password pada BIOS dan memasang boot password.
2.
Password Attack
Banyak orang menyimpan
informasi pentingnya pada komputer dan seringkali sebuah password hal yang
mencegah orang lain untuk melihatnya. Untuk menghindari serangan password maka
sebaiknya user menggunakan password yang cukup baik. Petunjuk pemilihan
password :
·
Semua password
harus terdiri dari paling sedikit 8 karakter.
·
Masukkan kombinasi
huruf, angka, dan tanda baca sebanyak mungkin dengan catatan bahwa password
tetap mudah untuk diingat. Salah satu caranya adalah mengkombinasikan kata-kata
acak dengan tanda baca atau dengan mengkombinasikan kata-kata dengan angka.
·
Gunakan huruf
pertama frasa yang gampang diingat.
·
Gunakan angka atau
tanda baca untuk menggantikan huruf di password.
·
Gantilah password
secara teratur
3.
Malicious Code
Malicious code bisa
berupa virus, trojan atau worm, biasanya berupa kode instruksi yang akan
memberatkan sistem sehingga performansi sistem menurun. Cara mengantisipasinya
bisa dilihat pada 6 contoh berikut :
·
berikan kesadaran
pada user tentang ancaman virus.
·
gunakan program
anti virus yang baik pada workstation, server dan gateway internet (jika
punya).
·
ajarkan dan latih
user cara menggunakan program anti virus.
·
sebagai admin
sebaiknya selalu mengupdate program anti-virus dan database virus.
·
Biasakan para user
untuk tidak membuka file attachment email atau file apapun dari floppy sebelum
100% yakin atau tidak attachment/file tersebut bersih. dan Pastikan kebijakan
kemanan anda up to date. (RAHAYU, 2016)
B.
Pengamanan Logic
Pengamanan logik yaitu Keamanan untuk menjaga agar
resource (sumber daya) digunakan sebagaimana mestinya oleh pemakai yang berhak.
Pemakaian alat (termasuk program) dapat menyebabkan kerusakan baik disengaja
atau tidak. Pembatasan pemakaian bukan untuk mempersulit tetapi supaya efisien
dan tidak merusak. (Faris, 2016)
Metode-metode yang dapat diterapkan untuk membuat
jaringan komputer menjadi lebih aman, antara lain:
1.
IDS (Intrusion
Detection System)
Intrusion
Detection System digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam
sebuah sistem atau jaringan. IDS akan memonitor lalu lintas data pada sebuah
jaringan atau mengambil data dari berkas log. IDS akan menganalisa dan dengan
algoritma tertentu akan memutuskan untuk memberi peringatan kepada seorang
administrator jaringan atau tidak.
a
Jenis-jenis IDS
·
Network-based
Intrusion Detection System (NIDS):Network intrusion detection systems adalah
jenis IDS yang bertanggung jawab untuk mendeteksi serangan yang berkaitan
dengan jaringan
·
Host-based
Intrusion Detection System (HIDS): Aktivitas sebuah host jaringan individual
akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke
dalamnya atau tidak.
b
Cara kerja IDS
IDS
bekerja dengan beberapa cara :
·
pendeteksian
berbasis signature (seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa antivirus),
yang melibatkan pencocokan lalu lintas jaringan dengan basis data yang berisi
cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang. Sama
seperti halnya antivirus, jenis ini membutuhkan pembaruan terhadap basis data
signature IDS yang bersangkutan.
·
Metode selanjutnya
adalah dengan mendeteksi adanya anomali, yang disebut sebagai Anomaly-based
IDS. Jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah
serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang.
c
Contoh Program IDS
·
chkwtmp - Program
yang melakukan pengecekan terhadap entry kosong. dalam arti wtmp mencatat
sesuatu tapi isinya kosong.
·
tcplogd - Program
yang mendeteksi stealth scan. stealth scan adalah scanning yang dilakukan tanpa
harus membuat sebuah sesi tcp. stealth scan memutuskan koneksi tcp sebelum
klien menrima kembali jawaban dari server. scanning model ini biasanya tidak
terdeteksi oleh log umum di linux.
·
hostsentry -
Program yang mendeteksi login anomali. anomlai disini termasuk perilaku aneh
(bizzare behaviour), anomali waktu (time anomalies), dan anomali lokal (local
anomalies). (Galuh, 2018)
2.
Port Scanning
Metode
Port Scanning biasanya digunakan oleh penyerang untuk mengetahui port apa saja
yang terbuka dalam sebuah sistem jaringan komputer. Tetapi metode yang sama
juga dapat digunakan oleh pengelola jaringan komputer untuk menjaga jaringan
komputernya. Port Scanning sebagai bentuk serangan Karena implementasinya yang
cukup mudah dan informasinya yang cukup berguna, maka sering kali port scanning
dilakukan sebagai tahap awal sebuah serangan. Untuk dapat melakukan
penyerangan, seorang crackerperlu mengetahui aplikasi apa saja yang berjalan
dan siap menerima koneksi dari lokasinya berada. Port Scannerdapat meberikan
informasi ini. Untuk dapat mendeteksi adanya usaha untuk melakukan scanning
jaringan, seorang pengelola jaringan dapat melakukan monitoring dan mencari
paket-paket IP yang berasal dari sumber yang sama dan berusaha melakukan akses
ke sederetan port, baik yang terbuka maupun yang tertutup. Apabila ditemukan,
pengelola jaringan dapat melakukan konfigurasi firewall untuk memblokir IP
sumber serangan. Hal ini perlu dilakukan secara berhati-hati, karena apabila
dilakukan tanpa ada toleransi, metode ini dapat mengakibatkan seluruh jaringan
Internet terblokir oleh firewall organisasi. Oleh sebab itu, perlu ada
keseimbangan antara keamanan dan performa dalam usaha mendeteksi kegiatan port
scanning dalam sebuah jaringan komputer. (B, 2016)
3.
Arsitektur Jaringan
Untuk
dapat dengan jelas mengerti mengenai keamanan jaringan komputer, kita harus
terlebih dahulu mengerti bagaimana jaringan komputer bekerja. Untuk mempermudah
pemeliharaan serta meningkatkan kompabilitas antar berbagai pihak yang mungkin
terlibat, jaringan komputer terbagi atas beberapa lapisan yang saling
independen satu dengan yang lainnya. (RAHAYU, 2016)
4.
Packet Fingerprinting
Karena
keunikan setiap vendor peralatan jaringan komputer dalam melakukan implementasi
protokol TCP/IP, maka paket-paket data yang dikirimkan setiap peralatan menjadi
unik peralatan tersebut. Dengan melakukan Packet Fingerprinting, kita dapat
mengetahui peralatan apa saja yang ada dalam sebuah jaringan komputer.
5.
Security Information Management
Dalam
usaha untuk meningkatkan keamanan jaringan komputer, sebuah organisasi mungkin
akan meng-implementasikan beberapa teknologi keamanan jaringan komputer,
seperti firewall, IDS dan IPS. Semua usaha tersebut dilakukan sehingga keamanan
jaringan komputer organisasi tersebut menjadi lebih terjamin. (B, 2016)
DAFTAR ISI
ADMIN. (2017, Oktober Senin). CONTOH MAKALAH
TENTANG TATA CARA PENGAMANAN PERALATAN JARINGAN. Retrieved from DYAH
CAHAYA PARAMUDITA: http://cancantik.tk/2017/10/contoh-makalah-tentang-tata-cara-pengamanan-peralatan-jaringan
B, C. (2016, November Senin). Tatacara Pengamanan
Peralatan Jaringan. Retrieved from Selamat Datang:
https://shinkun21.blogspot.com/2016/11/tatacara-pengamanan-peralatan-jaringan.html
Faris, N. (2016, November Senin). Tatacara
Pengamanan Peralatan Jaringan (8). Retrieved from nabil faris - efisien
dan hemat energi :
http://nabilfaris.blogspot.com/2016/11/tatacara-pengamanan-peralatan-jaringan-8.html
Galuh, K. (2018, Maret Senin). Tata Cara
Pengamanan pada Peralatan Jaringan. Retrieved from Kirana Galuh:
http://kiranagaluh1211.blogspot.com/2018/03/tata-cara-pengamanan-pada-peralatan.html
Hendro. (2017, Januari Senin). Cara Pengamanan
pada Peralatan Jaringan. Retrieved from TKJ SOLO:
http://tkjsolo.blogspot.com/2017/01/tatacara-pengamanan-pada-peralatan.html
RAHAYU, E. (2016, November Senin). VIII. Tatacara
Pengamanan Peralatan Jaringan. Retrieved from ERn Blog:
https://elisiarahayu13.blogspot.com/2016/11/viii-tatacara-pengamanan-peralatan.html

